Minggu, 01 Oktober 2017

Munculnya Keluarga Baru di Lingkungan Baru



Tak terasa sudah sebulan saya menjadi mahasiswa rantauan dari ujung jawa bagian timur (baca: Malang) menuju kota berkehidupan keras yakni Ibukota Jakarta. Juga saya telah sebulan menjadi bagian dari keluarga Kampus Bisnis Umar Usman. Banyak pengalaman hidup yang menjadi pelajaran untuk menjadi pribadi yang lebih baik ke depannya.
Hingga sebulan pun tak terasa agenda Matrikulasi pengenalan Mahasiswa Baru Kampus Bisnis Umar Usman sudah diujung acaranya. Terbukti, dengan adanya acara bertajuk Umar Usman Camprenerur menandakan acara Matrikulasi sudah diujung tanduk.
Jujur saya pribadi sungguh senang diawal karena adanya acara camp, namun saya juga kecewa. Dikarenakan, yang saya gambarkan adalah camp di daerah gunung/bukit kita menginap di alam yang luas. Terlebih untuk memuhasabahkan diri kepada sang pencipta yang telah membuatkan alam yang sungguh indah nan menawan. Namun bak jangan terlalu berharap, ujung-ujungnya bakal sakit. Kugambarkan dalam mimpiku tentang pengalaman “adventure” yang lebih ber adrenalin, dan eh ternyata setelah sampai hanya tidur di Villa yang kuanggap tempat yang tak cocok untuk belajar keluar dari zona nyaman ini. Namun ibarat nasi telah menjadi bubur, ya sudahlah kunikmati Camp UU ini berdalih untuk buat pengalaman baru bersama kawan yang Insyaallah hebat ini.
Senin, 25 September 2017

Jam tepat menunjukkan jam 05.30, halaman kampus mendadak dipenuhi oleh para peserta yang akan beranjak dari Jakarta menuju Cipinas, Bogor. Setengah jam berselang sambil menunggu Truk Tronton milik TNI tiba. Kami pun bergegas menuju kendaraan yang membawa kita ke lokasi. Tiba di Villa pun kami tepat jam 9, hawa dingin pun langsung menyambut kami. Sungguh hawa yang sungguh nikmat untuk sekandar menghindar dari hiruk piruk Ibukota.
Memang bagiku sendiri tak sesuai harapan, karena sungguh yang kuharapkan adalah pendakian dan lebih berinteraksi dengan alam adalah sungguh lebih menantang. Jika dibandingkan dengan Villa yang kita kenal dengan fasilitasnya yang nyaman dan membuatku kita lebih bermalas-malasan untuk merebahkan badan di kasur dilengkapi dengan selimut untuk menutupi kulit kita dari hawa dingin yang cukup menusuk.
Acara resmi bertajuk Umar Usman Camp ini resmi dibuka diikuti oleh Mahasiswa Baru Umar Usman Batch 5. Setelah pembukaan resmi dibuka oleh panitia, lanjut dengan acara materi yang disampaikan oleh Ustad Muhammad Zen. Intinya beliau berdiri di depan kami tuk menyampaikan Bisnis Online dalam pandangan Fiqh Muamalah.
Berlanjut kembali dengan pemateri yang tak kalah yahud adalah Pak Dedi Hartono yang membawakan tentang Entrepreneur Games. Setelah games, kami pun dipisahkan untuk para Ikhwan kami tetap dikumpulkan di Aula, sedangkan para Akhwat entah “dibuang” dimana saya tak tahu. Mister Go adalah si pembawa materi tersebut. Kami pun disulap menjadi calon pebisnis yang elegen nan ciamik. Karena dari segi penampilan maka dari itulah dimana harkat martabat wibawa diri kita. Uniknya acara yang disampaikan Mister Go terdapat insiden yang “singa mengamuk” yamg membuat kita kaget dan heran.
Akhir kata hari ini sungguh membuat kami mengantuk dan beristirahat di kamar masing-masing.
Selasa. 26 September 2017
Jam menunjukkan pukul 4 pagi, kami pun dibangunkan dan beranjak dari kasur untuk bergegas ke Aula untuk menunaikan rangkaian. Dari Tahajjud, sholat Subuh berjamaah, Murajaah, Hafalan, hingga setoran. Hingga jam 7 pun kita bersih diri dan makan selanjutnya.
Hari Selasa hari yang sangat seru bagiku. Dikarenakan Umar Usman yang dalam sebulan rangkaiannya yang kebanyakan *ga kebanyakan juga sih tapi semuanya, dilakukan di dalam ruangan. Kali ini agendanya adalah outbound yang notabene dilakukan di luar ruangan. Agenda outbound ini dilakukan oleh setiap kelompok dan akan diadu kompaknya dengan kelompok lain. Umar 35 yang tak lain adalah kelompok saya disandingkan dengan kelompok Umar 36.
Beda dari kelompok lain yang saling beradu sikut, saling berkompetisi menjadi yang terbaik. Justru kelompok 35, 36 adalah secara sehat bekerjasama. Kedua kelompok ini tak terlihat mereka saling beradu yang terbaik. Yang ada mereka saling mendukung antar kelompok yang lain. Tidak ada saling ejek diantara kita. Hingga kami sendiri menamakan kami kelompok Umar 71, hasil penjumlahan dari kelompok kami Umar 35 dan 36. Dikarenakan kelompok ini sungguh sangat erat.
Jam berganti jam, kami memasuki waktu bada Isya. Ada acara yang menunggu kami yakni acara yang bergantian, di lain sisi ada yang di ruang makan namun ada juga yang di mushola. Dalam 2 acara yang bergantian itu adalah menonton film berjudul “Joy” yang bertemakan tentang pengusaha, sungguh inspiratif. Setelah itu kami pun beranjak ke Aula, yang memainkan semacam permainan simulasi berbisnis. Kelompok kami yang beranggotakan 16 orang pun membuka usaha Salon bernama “Alexis Salon”, dan hasilnya perusahaan kami kolaps sebesar 77 juta. Rekor terbanyak diantara kelompok lain. Sangar!!!
Rabu, 27 September 2017
Hari terakhir telah tiba, kami pun disibukkan dengan acara berupa game andalan kampus, yakni Business Challenge. Dimana game ini kita diterjunkan di masyarakat dan kita mampu mendapatkan keuntungan, meski tanpa bermodal hape dan dompet. Sekelompok kami yang telah dipecah menjadi kelompok kecil beranggotakan 4 orang ini diterjunkan di pasar yang penulis sendiri lupa namanya.
Kelompok ku yang beranggotakan Boss Faqih (Jakarta), Boss Ghozi (Depok), dan Boss Dale (Tangerang) ini sempat dibuat frustasi dan putus asa karena sejam telah berlalu tak kunjung mendapatkan pelanggan. Padahal waktu yang diberikan pihak kampus adalah 4 jam. Lalu kami pun memutar otak dari yang sebelumnya berjualan roti dan air mineral kamipun banting setir berjualan nasi uduk dan gorengan. Alhasil kami pun berjualan dengan cara masuk di bus dan memasarkan ke dalam kendaraan segi empat tersebut. Usaha kami pun akhirnya berbuah hasil, fulus pun datang dari bus tersebut. Hinhga kami sekelompok total mendapatkan profit sebesar 70.000,- Alhamdulillah!!!
Dan berakhirlah rangkaian acara UU Camp yang katanya baru diselenggarakan pertama kali ini. Berbagai kelebihan dan kekurangan dari acara ini pun semua bagiku ku apresiasi. Terlebih para fasil yang telah berjuang melancarkan acara ini hingga bisa dikatakan bagus dan keren ini. Big Thanks Babang Neneng Pasil. Umar Usman Glorious!!!   







Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Cara Pembayaran